Author: GD_YooKyeongss
Genre: Sad Romance
General: Rating General
Cast: Kim Jong Won and Hong Yoo Kyung
Genre: Sad Romance
General: Rating General
Cast: Kim Jong Won and Hong Yoo Kyung
Kim Jong Won POV
Berulang kali kuingatkan
padanya, tetaplah semangat. Tapi dia selalu mengeluh dan menanyakan hal aneh
yang sangat kubenci. Sore ini aku mengajaknya makan malam bersama di caffe
dekat sekolahku. Entahlah, dia akan datang apa tidak, sepertinya dia sibuk.
“ada apa?” tanyanya setelah
duduk di depanku “kau datang?” kagetku “tentu” jawabnya singkat “bagaimana
perasaanmu? Sudah tenangan?” tanyaku lagi “maksudmu?” “apa kau masih takut akan
masalah itu?” ulangku semakin jelas “belum” jawabnya singkat “aku masih bingung
beberapa hal” lanjutnya “apa lagi?” tanyaku “megapa aku hidup? Mengapa aku
tidak mati sekarang? Mengapa aku disiksa di dunia ini? Mengapa beberapa orang
membenciku? Mengapa langkah hidupku sangat panjang? Aku lelah dengan semuanya
oppa” kata-katanya membuatku nyaring mengeluarkan air mata “apa yang kau katakan?”
tegurku “aku lelash dengan semua kenyataan oppa” gumam Yoo Kyung sambil
menangis “bagaimana bisa kau berkata seperti ini Yoo-ah? Belum lelah kah kau
mengeluh Yoo-ah?” tegurku lagi “aku lelah hidup, itu saja” jawabnya sambil
mengelap air matanya. “aigooya” pikirku lelah
Yoo Kyung POV
“semuanya sudah kulakukan bagi mereka, tapi mereka menganggap bantuanku sampah. Layak dibuang dan layak disia-siakan” “mereka menganggapku hanya manusia tak berwujud, mereka tak menganggapku ada. Aku lelah dengan kenyataan ini” “bahkan saat itu mereka ingin aku mati, mereka nyaris menabrakku. Walaupun yang kena bukan aku, tetapi Sung Min oppa” lanjutku terus menerus mengingat kejadiaan saat Sung Min oppa ditabrak sampai koma saat ini
“semuanya sudah kulakukan bagi mereka, tapi mereka menganggap bantuanku sampah. Layak dibuang dan layak disia-siakan” “mereka menganggapku hanya manusia tak berwujud, mereka tak menganggapku ada. Aku lelah dengan kenyataan ini” “bahkan saat itu mereka ingin aku mati, mereka nyaris menabrakku. Walaupun yang kena bukan aku, tetapi Sung Min oppa” lanjutku terus menerus mengingat kejadiaan saat Sung Min oppa ditabrak sampai koma saat ini
Aku tak tau bagaimana cara
menghentikan air mataku. Yak! Gadis cengeng! “jangan menangis lagi” gumamnya memberikan
sapu tangan yang dibawanya dari rumah “kau sendiri menangis babo!” omelku
sambil menerima sapu tangan darinya “hahaha” tawanya. Sungguh tawa laki-lakinya
membuatku lega. Tawa itu yang selalu menghiburku, walaupun dia lebih sering bersifat
dingin padaku. Jarang sekali dia menangis ataupun tertawa. Tampangnya selalu
saja datar dan mengesalkan. Hari ini suasananya berbeda, dia menangis dan
tertawa. Aku ingin sekali mengenang ini. Kapan lagi dia akan tertawa dan
menangis?
Kim Jong Won POV
“arraseo oppa! Hati-hati
dijalan!” serunya ketika aku memasuki mobil. Aku menginjak gas dalam-dalam. Aigoo… macet sekali. Aku mengambil ponselku,
Sung Min-ssi sudah menanyakan tentang Yoo Kyung. Aigoo… namja ini. Saat aku
melaju, sepeda motor menyalipku karna panic aku membanting stir ke kiri dan
menabrka pembatas jalan serta aku kehilangan kesadaran
Yoo Kyung POV
“Yoo-ah! Hidungmu!” seru
seseorang. Mimisan! Aku berlari pergi ke watafel. Ponselku bordering saat itu
juga “ha?! Jong Won kecelakaan?” kagetku ketika melihat pesan yang terkirim ke
nomor ponselku. Kepalaku! Argh! Penyakit ini lagi! “Yoo-ah! Gwenchanayo?” tanya
eomma. “eom… Jong Won! Kecelakaan!” gumamku lalu berlari mengambil jacketku dan
pergi meninggalkan eomma. Aku berlari menuju rumah sakit. Kepalaku sangat
sakit, kakiku tak dapat lagi menopang tubuhku, aku terjatuh saat itu juga. Kepalaku
yang sakit membuat mataku terpejam.
Jong Won POV
Aku membuka mataku sejenak, aku shock sehingga aku ingin keluar dari ruangan
ini. Saat keluar dari ruangan yang hening dan sepi itu, aku melihat Yoo Kyung
ditarik menggunakan tandu dari ambulan “Yoo-ah” panggilku lirih. “YOO-AH!!!” teriakku
lalu menghampiri tubuhnya.
“permisi tuan” gumam seorang
perawat
Yoo Kyung-ah. Tak menyangka
aku dapat menemukanmu terbaring diatas kasur rumah sakit. Dengan keadaan kepala
terbentur hidung yang berlumuran darah.
Yoo Kyung POV
Ketika sadar, aku melihat
keadaan rumah sakit. Sepi hening tak ada orang satupun. Saat melihat ke meja
dekat ranjangku, aku melihat satu kertas dan pulpen. Aku yakin hidupku tak akan
lama lagi.
“mianhaeo-yo Jong
Won-ssi. Aku sudah membuatmu menangis,
membuatmu sedikit frustasi dengan masalah-masalah yang kuhadapi. Aku berterima
kasih kau mau menyemangatiku selama beberapa bulan ini. Aku bersyukur memiliki
teman sepertimu. Tiada duanya, aku yakin saat kau membaca ini tak akan ada yang
menjelaskan arti dari surat ini. Kudengar kau kecelakaan, aku ingin menengokmu.
Sayang sekali penyakitku ini membuatku terjatuh saat dijalan. Intinya, aku
ingin berpamit padamu. Gomawo untuk segalanya”
Aku meletakkan kertas itu di
atas meja yang ada didekat ranjangku. Perawat datang “ahjuma… bisa kau berikan
kertas itu pada orang yang bernama Jong Won nanti?” tanyaku “arraseo” jawabnya
ramah. Kepalaku sakit, mataku kembali tertutup. Dan, aku merasa tak bernyawa
sekarang…
Jong Won POV
“Bagaimana keadaannya?”
tanyaku panic. “dok!” panggil salah satu perawat “ne?” tanya dokter segera
masuk ke kamar Yoo Kyung.
“ada apa dok?” tanyaku
setelah dokter keluar dari ruangan Yoo Kyung “dia menulis ini sebelum dia
menghembuskan nafas terakhirnya” jawab dokter. Aku melihat isi dari surat itu. Sedih
menusuk hatiku. Aku menabrak perawat dan dokter itu dan menerobos masuk. “Yoo-ah”
panggilku lirih. Yoo tersenyum tanpa membuka matanya. Air mataku mengalir deras…
aigooya. Aku belum membalas kebaikannya…
“terima kasih mau berkorban
demiku. Aku minta maaf atas kebodohanku slama ini.” –Jong Won
“mungkin kata-kata bodohku
membuatmu sedikit muak. Maaf. Terima kasih atas supportmu selama ini membuatku
semangat untuk menjalani hidup”-Yoo Kyung