Senin, 23 Juni 2014

Support

Author: GD_YooKyeongss
Genre: Sad Romance
General: Rating General
Cast: Kim Jong Won and Hong Yoo Kyung

Kim Jong Won POV

Berulang kali kuingatkan padanya, tetaplah semangat. Tapi dia selalu mengeluh dan menanyakan hal aneh yang sangat kubenci. Sore ini aku mengajaknya makan malam bersama di caffe dekat sekolahku. Entahlah, dia akan datang apa tidak, sepertinya dia sibuk.

“ada apa?” tanyanya setelah duduk di depanku “kau datang?” kagetku “tentu” jawabnya singkat “bagaimana perasaanmu? Sudah tenangan?” tanyaku lagi “maksudmu?” “apa kau masih takut akan masalah itu?” ulangku semakin jelas “belum” jawabnya singkat “aku masih bingung beberapa hal” lanjutnya “apa lagi?” tanyaku “megapa aku hidup? Mengapa aku tidak mati sekarang? Mengapa aku disiksa di dunia ini? Mengapa beberapa orang membenciku? Mengapa langkah hidupku sangat panjang? Aku lelah dengan semuanya oppa” kata-katanya membuatku nyaring mengeluarkan air mata “apa yang kau katakan?” tegurku “aku lelash dengan semua kenyataan oppa” gumam Yoo Kyung sambil menangis “bagaimana bisa kau berkata seperti ini Yoo-ah? Belum lelah kah kau mengeluh Yoo-ah?” tegurku lagi “aku lelah hidup, itu saja” jawabnya sambil mengelap air matanya. “aigooya” pikirku lelah

Yoo Kyung POV
“semuanya sudah kulakukan bagi mereka, tapi mereka menganggap bantuanku sampah. Layak dibuang dan layak disia-siakan” “mereka menganggapku hanya manusia tak berwujud, mereka tak menganggapku ada. Aku lelah dengan kenyataan ini” “bahkan saat itu mereka ingin aku mati, mereka nyaris menabrakku. Walaupun yang kena bukan aku, tetapi Sung Min oppa” lanjutku terus menerus mengingat kejadiaan saat Sung Min oppa ditabrak sampai koma saat ini

Aku tak tau bagaimana cara menghentikan air mataku. Yak! Gadis cengeng! “jangan menangis lagi” gumamnya memberikan sapu tangan yang dibawanya dari rumah “kau sendiri menangis babo!” omelku sambil menerima sapu tangan darinya “hahaha” tawanya. Sungguh tawa laki-lakinya membuatku lega. Tawa itu yang selalu menghiburku, walaupun dia lebih sering bersifat dingin padaku. Jarang sekali dia menangis ataupun tertawa. Tampangnya selalu saja datar dan mengesalkan. Hari ini suasananya berbeda, dia menangis dan tertawa. Aku ingin sekali mengenang ini. Kapan lagi dia akan tertawa dan menangis?

Kim Jong Won POV

“arraseo oppa! Hati-hati dijalan!” serunya ketika aku memasuki mobil. Aku menginjak gas dalam-dalam.  Aigoo… macet sekali. Aku mengambil ponselku, Sung Min-ssi sudah menanyakan tentang Yoo Kyung. Aigoo… namja ini. Saat aku melaju, sepeda motor menyalipku karna panic aku membanting stir ke kiri dan menabrka pembatas jalan serta aku kehilangan kesadaran

Yoo Kyung POV

“Yoo-ah! Hidungmu!” seru seseorang. Mimisan! Aku berlari pergi ke watafel. Ponselku bordering saat itu juga “ha?! Jong Won kecelakaan?” kagetku ketika melihat pesan yang terkirim ke nomor ponselku. Kepalaku! Argh! Penyakit ini lagi! “Yoo-ah! Gwenchanayo?” tanya eomma. “eom… Jong Won! Kecelakaan!” gumamku lalu berlari mengambil jacketku dan pergi meninggalkan eomma. Aku berlari menuju rumah sakit. Kepalaku sangat sakit, kakiku tak dapat lagi menopang tubuhku, aku terjatuh saat itu juga. Kepalaku yang sakit membuat mataku terpejam.

Jong Won POV

Aku membuka mataku sejenak, aku shock sehingga aku ingin keluar dari ruangan ini. Saat keluar dari ruangan yang hening dan sepi itu, aku melihat Yoo Kyung ditarik menggunakan tandu dari ambulan “Yoo-ah” panggilku lirih. “YOO-AH!!!” teriakku lalu menghampiri tubuhnya.
“permisi tuan” gumam seorang perawat
Yoo Kyung-ah. Tak menyangka aku dapat menemukanmu terbaring diatas kasur rumah sakit. Dengan keadaan kepala terbentur hidung yang berlumuran darah.

Yoo Kyung POV

Ketika sadar, aku melihat keadaan rumah sakit. Sepi hening tak ada orang satupun. Saat melihat ke meja dekat ranjangku, aku melihat satu kertas dan pulpen. Aku yakin hidupku tak akan lama lagi.
“mianhaeo-yo Jong Won-ssi.   Aku sudah membuatmu menangis, membuatmu sedikit frustasi dengan masalah-masalah yang kuhadapi. Aku berterima kasih kau mau menyemangatiku selama beberapa bulan ini. Aku bersyukur memiliki teman sepertimu. Tiada duanya, aku yakin saat kau membaca ini tak akan ada yang menjelaskan arti dari surat ini. Kudengar kau kecelakaan, aku ingin menengokmu. Sayang sekali penyakitku ini membuatku terjatuh saat dijalan. Intinya, aku ingin berpamit padamu. Gomawo untuk segalanya”

Aku meletakkan kertas itu di atas meja yang ada didekat ranjangku. Perawat datang “ahjuma… bisa kau berikan kertas itu pada orang yang bernama Jong Won nanti?” tanyaku “arraseo” jawabnya ramah. Kepalaku sakit, mataku kembali tertutup. Dan, aku merasa tak bernyawa sekarang…

Jong Won POV
“Bagaimana keadaannya?” tanyaku panic. “dok!” panggil salah satu perawat “ne?” tanya dokter segera masuk ke kamar Yoo Kyung.
“ada apa dok?” tanyaku setelah dokter keluar dari ruangan Yoo Kyung “dia menulis ini sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya” jawab dokter. Aku melihat isi dari surat itu. Sedih menusuk hatiku. Aku menabrak perawat dan dokter itu dan menerobos masuk. “Yoo-ah” panggilku lirih. Yoo tersenyum tanpa membuka matanya. Air mataku mengalir deras… aigooya. Aku belum membalas kebaikannya…

“terima kasih mau berkorban demiku. Aku minta maaf atas kebodohanku slama ini.” –Jong Won

“mungkin kata-kata bodohku membuatmu sedikit muak. Maaf. Terima kasih atas supportmu selama ini membuatku semangat untuk menjalani hidup”-Yoo Kyung